PERJALANAN SINGKAT WALI ALLAH BUYUT AGUNG GUNUNG PERAHU DARI SUMENNEP MENUJU TOMPENG DAN TIMUR SUNGAI
PERJALANAN SINGKAT WALI ALLAH BUYUT AGUNG GUNUNG PERAHU DARI SUMENNEP MENUJU TOMPENG DAN TIMUR SUNGAI
Konon ketika beliau telah menyelesaikan pendidikan nya di Mekkah beliau sebelum pulang ke rumah kakek nya (buyut agung di asuh kakek nya / petinggi keraton sumennep tumenggung wiromenggolo ) beliau masih mampir kerumah paman nya Sedo pulengan Raden Azhar begenden beliau di sana di sambut hangat oleh paman nya, setelah banyak perbincangan antara beliau dan paman nya beliau menceritakan seorang wali yg sakti mandraguna di Mekkah yg doanya bisa membuwat hujan susu nah pada sa-at belai selesai bercerita si paman mengatakan bahwa di Pamekasan banyak orang yg seperti itu, beliau lalu bertanya pada paman nya sekiranya ada waktu beliau sangat ingin menemuinya, akhirnya buyut baganden Sedo pulengan memberi tahu keponakan nya bahwa di antara orang itu adalah seseorang yg tinggal di kampung terpencil di desa bangbatok yaa itu dusun tompeng yg bernama basania bin abdul-mannan Kosambi Batuampar
Setelah di anggap cukup di rumah paman nya beliau pamitan untuk pulang ke Sumennep dan tinggal di sana
Hari demi hari di lewati oleh beliau di lingkungan keraton dengan kehidupan yg serba ada dan mewah , namun hati beliau yg sudah sejak di Mekah tempat belajarnya yg terlatih tirokat tidak suka kemewahan-kemiwahan duniawi beliau kurang menyukai kehidupan istana di samping sering terjadi nya perebutan kekuasa-an dan perlakuang tidak sopan kaum bangsawan darah biru pada rakyat jelata maka hati beliau kurang menyukai keada-an tersebut sehingga beliau berpikir untuk pergi dari lingkupan istana
Setelah rencana beliau sudah bulat beliau pamit untuk mengembara mencari ilmu di daerah paman nya pemekasan namun beliau tidak di izinkan dan beliau Raden Abdullah di jadikan penasehat keraton Sumenep sebagai Mufti dengan gelar Raden Suryo alam atau penasehat agung muda beliau pun tidak bisa menulaknya karena itu sudah merupakan keputusan Rasmi
Setelah menjalani nya selama kurang lebih satu tahun beliau mengangkat sepupunya sebagai wakil dari nya karena beliau berencana untuk beruzlah mencari jati diri sebelum menikah
Akhirnya beliau pun di izini
Kesempatan itu oleh beliau tidak di sia-siakan beliau pergi dari Sumenep dan berencana menemui seorang wali yg telah di ceritakan oleh paman nya setelah membawa bekal secukup nya beliau pergi dan di dampingi oleh pengawal kerajaan yg di pimpin oleh saudara sepupunya (buyut gutti) namun setelah sampai di Pamekasan beliau memerintahkan agar semua pengawalnya pulang dan kembali kesumenep tapi buyut gutti sepupunya itu menolak kembali dan ingin mendampingi beliau maka keduanya melanjutkan perjalanan hingga sampai kerumah paman nya di bagandan beliaupun beristirahat di sana setelah beliau mengetahui tempat dan arah menuju buyut tompeng dari paman nya beliau pada waktu tengah malam diam diam pergi untuk menemuhi buyut tompeng dan meninggalkan sepupunya di bagandan dengan tujuan agar jati dirinya sebagai seorang bangsawan tidak di ketahui oleh siapapun akhirnya beliau sampai di tompeng dan menemui buyut tompeng
Beliau merahasiakan jati dirinya dan beliau menyampaikan maksud kedatangan nya pada buyut tompeng untuk belajar ilmu hakikat dan makrifat , buyut tompeng pun tidak keberatan dan menerima beliau menjadi muritnya dengan syarat mengembala kambing nya selama satu tahun setelah satu tahun selesai beliau pun soan untuk meminta di ajarkan ilmu tersebut namun buyut tompeng masih inggan memberi ilmu berharga tersebut dan memerintahkan agar beliau berpuasa Mote selama 40 hari dengan syarat hanya berbuka seteguk air mengkudu beliau pun menyanggupinya dan melaksanakan perintah gurunya tersebut akhirnya setela sampai 25 hari beliau pun merasa tidak mampu dan akhirnya pingsan selama 1 hari 1 malam
Melihat muritnya pingsan buyut tompeng pun panik dan merasa bersalah akhirnya beliau buyut tompeng munajat dan memuhon kepada Allah agar muritnya itu siuman dan ber- nazdar jikalau dia bisa siuman dan sehat kembali akan dia kawin kan dengan putrinya yg tertua yg bernama Dina / Madinah
Konon Dina itu adalah seorang perempuan yg sangat cantik sehingga ayahnya buyut tompeng sering berkata bahwa anaknya tidak akan di nikah kan kecuali dari putra bangsawan
" Mun Dina riah bik sengkok Tek palakeenah Mun Benni anak nah Ratoh " ( kalau anakku Dina ini tidak akan saya kawinkan keculai dari putra seorang raja ) akhir nya setelah beliau pingsan selama sehari semalam siuman juga dan segar bugar seperti semula rupanya doa buyut tompeng di kabulkan oleh Allah swt , dengan terpaksa karena sudah nazdar buyut Kosambi menikahkan putri nya dengan beliau
Sebelum pernikahan di langsungkan buyut Kosambi berkata pada istrinya
" Sengkok maloloh ngucak Mun Dina Tek e palake ennah Mun Benni anak nah ratoh ternyata ayyak Olle Reng bangbung
( Saya sering berkata bahwa Dina tidak akan saya kawin kan dengan seorang lelaki kecuali anak seorang petinggi kerajaan ternyata dapat orang yg tidak jelas asal usulnya ) setelah resepsi pernikahan akan digelar pada waktu yg di tentukan maka beliau berpamitan dan bermaksut untuk menemuhi keluarganya beliau buyut tompeng mengizinkan
Beliau buyut agung muda kembali menemuhi paman nya Raden Sedo pulengan dan orang tuanya untuk memberi tahukan bahwa beliau telah menemukan pasangan hidupnya di sebuah kampung di tompeng yg bernama Dina
Setelah mengetahui hal tersebut maka keluarga keraton sumennep dan pamekasan bersiap-siap untuk menemui calon yg di maksud
Maka tibalah rombongan di tompeng dan menemuhi buyut basania setelah mengetahui yg datang adalah rombongan kerajaan beliau buyut tompeng terkejut ternyata muritnya selama ini yg di anggap orang bangbung ( tidak jelas asal usulnnya) adalah seorang putra pembesar kerajaan diapun memberi tahu istrinya bahwa ucapan nya selama ini benar benar terjadi ternyata tunangan putrinya yg di sangka bangbung itu adalah seorang lelaki bangsawan putra seorang tumenggung atau Adipati atau raja
Maka berlangsunglah pernikahan tersebut dengan meriah dan setelah selesai maka keluarga beliau meminta beliau agar kembali ke Sumennep dan membawa istrinya ke sana namun beliau menulak dan bermaksut tinggal di dusun tersebut dan rombongan pun tidak memaksanya dan kembali ke Sumennep, sebelum pergi beliau di berikan empat kopung / langger ( mushola dari kayu ) dan emas batangan seberat tubuh beliau beserta sebidang tanah yg luas nya konon ceritanya itu mulai dari Menteng Omben sampai beringin paroppo dan dari laut selatan sampai laut Utara pulai Madura sebagi pemberian dari ayah nya sampai pada sa-at nya bumi itu kembali di kuasai oleh kompeni Belanda
Beliau pun hidub bahagia bersama istrinya di tompeng hingga beliau pindah uzlah ke sebelah barat tempat terpencil yg di kenal dengan nama mursongai lalu pindah tempat ke berek songai dan beliau di karuniai empat putra dan putri
Yg pertama bernama jumaani atau Amani yg terkenal nyai agung langger songai karena di beri langger / musholla kayu pemberian raja sumennep dan kedua kiai Ali Abdul qohher yg terkenal dengan buyut sarabe atau buyut agung langgar dejeh dan yg ketiga nyai Asia yg terkenal dengan buyut la-as dan buyut agung langgar berruq dan yg ke impat Kiai habibullah yg terkenal dengan buyut agung langker jeleuk ...
Di ceritakan oleh keturunan nya beliau dulu pernah di undang oleh raja Bangkalan untuk menulis alqur-an besar dari seorang yg hafal Alqur-an maka raja Bangkalan mengumpulkan semua petinggi kerajaan agar dapat menemukan orang yg di maksut
Semua petinggi itupun mengumpulkan data orang yg ahli menulis dan hafal Alqur-an
Di sa-at itu sulit sekali di temukan orang yg bisa seperti itu
Akhirnya terdengar kabar bahwa dulu ada seorang pemuda penasihat keraton Sumenep yg bernama Suryo alam yg bisa seperti itu maka utusan kerajaan Bangkalan pergi ke Sumenep untuk menemui orang yg di maksud dan memuhon agar Sudi kiranya raja sumennep mengizinkan untuk hal permohonan raja Bangkalan dangan hadiah imbalan kepeng emas yg banyak
Akhirnya berangkatlah utusan raja Bangkalan ke Sumenep untuk permohonan hal tersebut maka tibalah mereka di Sumenep dan menyampakan maksut kedatangan nya maka raja sumennep menerima tawaran tersebut dan mengatakan bahwa orang yg di maksud sudah pergi dari keraton dan menetap di sebuah kampung di barat tompeng setelah menjelaskan arah dan tempatnya utusan itupun bergegas pergi dan melanjutkan perjalanan menuju tempat yg di ceritakan oleh para petinggi keraton Sumenep,
Setelah lama menmpuh perjalana maka sampailah utusan itu kerumah buyut agung Maulana Abdullah / Raden Suryo alam
Setelah memperkenalkan diri maka utusan itu memberi tahukan bahwa kedatangan nya adalah permintaan raja Bangkalan agar beliau Sudi ikut bersamanya untuk menemui raja Bangkalan dan memenuhi permintaan nya tapi beliau tidak mau dan berkata " kauleh poron ka bangkalan kalaben syarat raja Bangkalan tibik se kak kantoh " (saya mau ke Bangkalan asal raja Bangkalan sendiri yg datang kesini ) maka utusan tersebut pulang dan tidak memaksa karena hawatir takut terjadi konflik besar antara Sumenep dan Bangkalan mengingat beliau adalah cucu raja sumennep
Utusan itupun pergi dan pulang ke Bangkalan setelah sampai di Bangkalan utusan itu melaporkan pada raja bahwa orang yg di cari raja itu ada tapi tidak mau di bawa kebangkalan
Utusan : kakdintoh bedeh kusteh tapeh tak poron muntakteke ajunan alengki tibik ?!
Raja : sapah jeriah orengah? Sambil mengherdik marah
Utusan: asmanah Suryo alam Abdullah
Rajapun kaget ternyata orang yg di maksud utusan tersebut adalah orang yg telah menyelesaikan tulisan nya , lalu raja Bangkalan memberi tahu utusan tersebut setelah utusan itu mengetahui maka heran lah mereka karena hal tersebut aneh dan kurang masuk akal beliau tidak mau ke Bangkalan tapi tiba ke Bangkalan lebih cepat dan penulisan sudah selesai, Mimang ajaib begitulah yg disebut karromah auliyak allah
Konon beliau oleh raja Bangkalan di beri hadiah kepeng emas seberat se ekor kuda namun beliau menolak hadiah tersebut dan berkata
" Kauleh tak poron naremah dek hadiahnya ajunan kakdintoh coma kauleh bedeh se epentaah sopajoh umpamah bedeh perang antara Bangkalan Ben Sumennep kauleh Ben potoh potoh kauleh Tek gengguah bik ajunan Ben potoh ajunan "
( Saya tidak mau menerima hadiah anda tapi jika terjadi konflik antara Sumennep dan bangkalan daya dan keturunan saya jangan di ganggu oleh anda dan keturunan ada ) memang di masa itu terjadi perebutan wilayah dan pengaruh antara Sumennep dan bangkalan yg sering terjadi perang
Beliau sangat terkenal dengan kealim dan ahli kasyaf dan makrifat nya yg mana pangkat beliau tergolong ahlul muqorrobin / wali besar beliau juga pengangkit sebuah kitap tafsir dan ilmu aqidah / ilmul Kalam yg kitab nya masih ada sampai sekarang dan tersimpan rapi di rumah keturunan nya
Dan beliau senang uzlah menulis karya buku dan gemar membaca Alquran
Di antara bukti ke walian الغوث atau القطب beliau adalah bukti di saat malam Jumat sekitar jam 3 malam putranya dan masyarakat setempat di kagetkan oleh sebuah sinar cemerlang yg datang dari sebuah lembah di gua dekat dalem buyut agung setelah masyarakat dan putranya sholat shubuh sinar itu tetap ada dan terus memancarkan cahayanya menjulang langit maka di hampiri lah sinar itu oleh putra beliau dengan masyarakan yg ada di sana ternyata sinar itu datang dari tubuh buyut agung yg telah meninggal Duni dengan duduk bersandar pada sebuah batu yg kedua tangan nya memegangi mushaf Al-Qur'an
Masya Allah begitu Mulya matinya seseorang yg meninggalkan pangkat harta kedudukan dan kemiwahan duniawi demi bertaqorrub pada sang Kholiq Allah SWT
Sekian sebagian cerita singkat perjalanan sejarah hidup buyut agung gunung paraoh Maulana Abdullah Raden Suryo alam yg mana beliau masih keturunan maulana Ibrohim assamarqondi bin Jamaluddin alhusani bin Ahmad Jalaluddin syahk Jalal bin Abdullah Azmat khan bin Abdul Malik alhindi Al Azmat khan bin Alawi ammal faqih Al muqodam
Semuga kita semua mendapatkan barokah nya amin


semoga mendapatkan barokahnya beliau dan anak cucu beliau kal boleh tahu tempat pemaman wali buyut agung itu dimana saya blom pernah dengar mind
BalasHapusdi omben
BalasHapusuntuk desa dan kediamannya para keturunannya mind
BalasHapuspengen tahuceritabuyut sarabe yang punya senjata ampuh
BalasHapusAmin
BalasHapusوهو عبد الله بويوت أكوغ من سلالة الشيخ جعفر الصادق سونن قدوس
BalasHapusبويوت أكوغ كونوغ فراهوه بن عبد الرحمن بن عبد الله بن عبد الرحمن بن محمد الخطيب بن أحمد البيضاوي بن محمد صالح بن جعفر الصادق سونن قدوس
Menurut babat Madura Beliau as-sayyid Abdullah Raden Suryo alam ( Buyut agung ) adalah putra dari kanjing abd rohman / Raden Sujono / tumenggung baskarang / area Adika 3 putra pangeran purwonegoro / tumenggung Raden suderman / wiromenggolo Sumennep. Putra pangeran sepuh tumenggung Wirosari Sumennep putra p. Megotsari putra p. Mertosari putra p. Zahra putra p. Tulis as-sayyid Hasanuddin putra as-sayyid Abdullah sunan Mandalika putra as-sayyid fadhlullah Ali al-murtadho putra. As-sayyid Ibrohim As-samarqondi
BalasHapusJadi kesimpulan nya dari jalur keduanya Buyut agung dari catatan para potoh yg ke sunan Kudus dan catatan di babat Madura yg bersambung ke sunan Mandalika
BalasHapusSama-sama putra Raden santri raja pendeto bin Ibrahim asmorokandi
semoga dapat barokah para wali
BalasHapus